KETIKA PENGGUNAAN KALKULATOR SCIENTIFIC DILARANG!!!!

Cerita ini hanyalah sebuah tulisan amatir dari seorang mahasiswi yang baru belajar menulis. Sekaligus juga merupakan refleksi dari rasa stress yang tengah memuncak dalam menghadapi ketidakjelasan pada sebuah sistem. Teriakan hati yang diharapkan dapat menjadi sebuah pelajaran sekaligus sebuah kenangan indah selama masa-masa preklinik.

Hari ini bisa dikatakan sebagai hari yang bersejarah dan LUAR BIASA bagi sebagian orang di program studiku, terutama bagi angkatanku. Sebuah “ketidakbiasaan” telah terjadi dalam prosesi ujian MCQ yang tengah kami hadapi. Awalnya, ujian ini sempat menjadi “momok” bagi kami semua (teman-teman seangkatanku, terutama aku). Kebingungan demi kebingungan, ketidakjelasan demi ketidakjelasan, dan kesulitan demi kesulitan ku hadapi untuk mempersiapkan diri. Dengan bermodalkan total 21 judul kuliah (klo gak salah) yang super sulit dicerna dan diresapi dengan nalar serta 4 buntel “warisan” dari” para tetua”, aku berjuang untuk memahami makna tiap pelajaran yang sudah diberi oleh para dosen. Walhasil, pagi ini dengan menyisakan kurang lebih 8 judul slide, aku berangkat ke kampus dengan penuh senyum dan tanpa beban (hal yang cukup aneh buatku). Dengan ringannya ku melangkah menapaki satu hal baru yaitu pergi ke kampus bukit (ini pertama kalinya ujian MCQ dilakukan di bukit untuk 2 kelas sekaligus, reguler dan non reguler digabung). Sesampainya di kampus suasana terasa berbeda, namun aura ujian mulai tampak ketika itu. Setelah kurang lebih 1 jam menanti (waktu yang cukup panjang untuk bersenda gurau bersama teman-teman) akhirnya ujian dimulai. Awalnya, diberitahukan kepada setiap mahasiswa untuk mengumpulkan seluruh tas dan handphone ke depan, aku dan teman-teman pun melakukannya. Tidak lama kemudian seorang dosen masuk ke kelas dan mengumumkan sebuah hal yang benar-benar diLUAR keBIASAan, namun aku dan teman-teman menyukainya. Ketika itu sang dosen berkata “…………….dalam ujian ini diperbolehkan memakai kalkulator, namun jangan memakai kalkulator yang scientific”. Seluruh mahasiswa pun tampak cemas karena mayoritas yang membawa kalkulator saat itu adalah yang scientific. Namun selanjutnya sang dosen berkata kembali “bila tidak mempunyai kalkulator biasa, maka boleh memakai Hp untuk menghitung. Tapi dilarang memakai Hp untuk menelpon teman…………….” Serentak secercah senyum menghiasi hampir seluruh wajah mahasiswa, para mahasiswa yang tadinya sudah mengumpulkan Hp-nya pun mengambil kembali Hp mereka untuk menggantikan kalkulator scientific yang mereka bawa. Sebuah keanehan yang benar-benar diLUAR keBIASAan.

Tak lama, soal pun dibagikan. Aku sempat gemetar tatkala menerima soal tersebut, wajar saja untuk ujian kali ini persiapanku bisa dikatakan amat sangat minimal. Ketika mataku terpaku pada sebuah tulisan kecil dengan huruf balok yang berbunyi “SESI 1” rasa lemas langsung menghampiriku. “Gosh…ini baru sesi pertama, berarti akan ada sesi ke dua, gimana nih? Sesi pertama yang 100 soal ini aja belom tentu aku sanggup. Hhhhhh…” batinku saat itu. Dengan tertatih-tatih dan perlahan-lahan, satu demi satu soal berhasil ku jawab. Ketika itu idealismeku masih tak tergoyahkan, walaupun ada sangat banyak soal yang ku akui kujawab dengan asal-asalan, tak sedikitpun aku tergoda. Akhirnya, waktu pun habis, soal dan jawaban dikumpul, lalu diberitahukanlah bahwa ada istirahat sejenak untuk kemudian disambung dengan sesi kedua. Aku lemas, tambah lemas lagi ketika tahu ternyata ada beberapa teman yang mendapat “wejangan” yang serupa. “oohhhh….. tapi sudahlah, yang penting semua sudah berlalu, sekarang fokus untuk sesi ke dua” batinku. Ditengah rasa lelah, kecewa, dan resah itu, seorang teman berkata bahwa akan ada soal esai di sesi ke dua ini. Terang saja aku tambah panik, jujur aku tak siap bila harus ada soal esai. Apalagi bila melihat soal di sesi pertama, dimana biostatistika sama sekali belum keluar, otomatis pelajaran itu akan ke luar di sesi kedua, astaghfirullah tambah ingin pingsan saja rasanya. :(

Sesi ke dua pun dimulai. Benar saja tebakanku, sesi kedua dengan jumlah soal 90 soal ternyata ± 50%nya adalah soal-soal statistik. “ohhhhhhh…..” lagi-lagi aku mengeluh. 20 soal pertama kulewatkan begitu saja, karena rata-rata soal tersebut belum pernah diajarkan. Barulah dipertengahan soal ada sekitar 20 soal yang mampu kuselesaikan dengan bantuan “wasiat” dari para “tetua”. Awalnya aku tenang karena mengira bahwa tidak ada soal esai, namun kemudian barulah kuketahui ternyata 2 lembar terakhir adalah soal esai yang musti kami kerjakan, satu lagi “ketidakbiasaan” pada ujian kali ini. 15 menit menjelang berakhirnya waktu akhirnya aku menyerah “I break the rule” ohhhhh…tidakkk sebuah kenyataan pahit yang harus kutelan bulat-bulat. Hanya demi 2 soal terakhir yang berbentuk esai and then I break the rule, what ashame. Tapi harus bisa kupastikan bahwa ini yang terakhir! Lalu, 5 menit sebelum waktu habis, baru kusadari ternyata banyak soal yang belum kuisi, baru sekitar 20% yang berhasil kukerjakan ketika itu, ingin rasanya bertanya, tapi aku tahu teman-temanku pun pasti tak ada yang tahu. 5 menit itu pun kuhabiskan dengan diam tanpa kata. Barulah ketika pengawas mengatakan “waktu habis” aku pun bergegas mencontreng acak jawaban untuk tiap nomor yang belum ku kerjakan. Ooooohhhhhhh….. sungguh memalukan dan memilukan. Di sinilah cerita ini berakhir dengan membawa rasa malu, kecewa, dan sesal di dalamnya. :(

*sebuah pelajaran berharga untuk hari ini:
“kejahatan terjadi bukan hanya karena adanya niat dari pelaku tetapi juga karena ada kesempatan untuk melakukannya”

Sekali lagi, ini hanyalah sebuah tulisan mengenai kecerobohan seorang mahasiswi yang tertekan oleh ketidakjelasan sebuah sistem. Sebuah tulisan yang diharapkan dapat menjadi peringatan bagi penulis untuk bisa menjadi lebih baik dikemudian hari. Sebuah tulisan yang juga akan menjadi salah satu kisah indah dalam kenangan selama masa preklinik bagi penulis. Serta tulisan ini juga merupakan ajang berlatih bagi penulis untuk menuangkan ide-idenya dalam bentuk tulisan. =>

Gw dapet Award

award-51
award-61
award-71
award-91
bertuah

wah..wah…
sekali dapet award langsung borongan…
padahal koneksi net lagi lelet2nya nih, tugas PBL belom kelar, ujian pun menanti…
tapi demi menerima award borongan ini, gw bela-belain deh nungguin berjam-jam…
special thanks to Ranti yang udah menganugerahkan award ini buat gw…luph u much…

hmmm…
tampaknya award ini membawa beberapa wasiat yang musti dilakuin para penerimanya antara lain:
1. Memberikan Hujan Award ini.. kepada tetangga.. sahabat dan saudara untuk ngeblog sebanyak-banyaknya… segila-gilanya.. seedan edannya.. sampai muntah..
2. Memberitahukan mereka selambat2nya 2 x 24 jam terhitung sejak award ini dipajang lebih dari itu harus lapor RT/RW setempat.. kalau enda di gerebek hansip..
3. Bagi siapapun yg menolak award ini akan dikenakan sanksi sesuai dengan syarat dan ketentuan yg berlaku – bagi yg menolak.. tanggung sendiri akibatnya… blog Anda akan seketika menjadi OOT sejati.. waaakakakakakakkk..
4. Semua penerima award harus mengerjakan award ini paling lambat 5 hari kerja dipotong masa tahanan…
5. Intinya.. harus bersifat “ASAL PAJANG”

dan award ini akan gw berikan pada:
1. Yuliana Fransiska
2. Desfri Angraini
3. Rita Herlina
4. Andre Saputra
5. Elliza

Baiklah teman-teman, silahkan ambil awardnya dan pajang di blog kalian…
^^

ACUTE LYMPHOBLASTIC LEUKEMIA atau LEUKEMIA LIMFOSITIK AKUT

Oke…Ini satu lagi tulisan yang berhasil saya buat selama belajar di Blok 14 Hematologi FK UNSRI. Sebuah tugas kelompok yang diamanahkan pada saya untuk dibahas lebih lanjut agar dapat digunakan dalam ujian SOCA…
Kepada temen2, adek2, kakak2, bapak2, ibu2, atau siapa pun yang sedang membutuhkan informasi mengenai penyakit ini, semoga tulisan singkat ini dapat membantu kalian semua….
Untuk setiap kekurangan dalam tulisan ini, silahkan tinggalkan komentar yang membangun agar tulisan ini dapat diperbaiki dan makin bermanfaat bagi kita semua…..
Selamat membaca….^^

Leukemia Limfositik Akut (LLA) adalah suatu penyakit yang berakibat fatal, dimana sel-sel yang dalam keadaan normal berkembang menjadi limfosit berubah menjadi ganas dan dengan segera akan menggantikan sel-sel normal di dalam sumsum tulang.

LLA merupakan leukemia yang paling sering terjadi pada anak-anak.
Leukemia jenis ini merupakan 25% dari semua jenis kanker yang mengenai anak-anak di bawah umur 15 tahun.
Paling sering terjadi pada anak usia antara 3-5 tahun, tetapi kadang terjadi pada usia remaja dan dewasa.

Sel-sel yang belum matang, yang dalam keadaan normal berkembang menjadi limfosit, berubah menjadi ganas.
Sel leukemik ini tertimbun di sumsum tulang, lalu menghancurkan dan menggantikan sel-sel yang menghasilkan sel darah yang normal.

Sel kanker ini kemudian dilepaskan ke dalam aliran darah dan berpindah ke hati, limpa, kelenjar getah bening, otak, ginjal dan organ reproduksi; dimana mereka melanjutkan pertumbuhannya dan membelah diri.
Sel kanker bisa mengiritasi selaput otak, menyebabkan meningitis dan bisa menyebabkan anemia, gagal hati, gagal ginjal dan kerusakan organ lainnya.

A. Epidemiologi
 Insidensi LLA adalah 1/60.000 orang/tahun, dengan 75% pasien berusia ♀

B. Etiologi
 Penyebab LLA dewasa sebagian besar tidak diketahui
 Pada anak-anak: faktor keturunan dan sindroma predisposisi genetik

C. Faktor risiko
 Radiasi dosis tinggi : Radiasi dengan dosis sangat tinggi, seperti waktu bom atom di Jepang pada masa perang dunia ke-2 menyebabkan peningkatan insiden penyakit ini. Terapi medis yang menggunakan radiasi juga merupakan sumber radiasi dosis tinggi. Sedangkan radiasi untuk diagnostik (misalnya rontgen), dosisnya jauh lebih rendah dan tidak berhubungan dengan peningkatan kejadian leukemia.
 Pajanan terhadap zat kimia tertentu : benzene, formaldehida
 Kemoterapi : Pasien kanker jenis lain yang mendapat kemoterapi tertentu dapat menderita leukemia di kemudian hari. Misalnya kemoterapi jenis alkylating agents. Namun pemberian kemoterapi jenis tersebut tetap boleh diberikan dengan pertimbangan rasio manfaat-risikonya.
 Sindrom Down : Sindrom Down dan berbagai kelainan genetik lainnya yang disebabkan oleh kelainan kromosom dapat meningkatkan risiko kanker.
 Human T-Cell Leukemia Virus-1(HTLV-1). Virus tersebut menyebabkan leukemia T-cell yang jarang ditemukan. Jenis virus lainnya yang dapat menimbulkan leukemia adalah retrovirus dan virus leukemia feline.
 Sindroma mielodisplastik : sindroma mielodisplastik adalah suatu kelainan pembentukkan sel darah yang ditandai berkurangnya kepadatan sel (hiposelularitas) pada sumsum tulang. Penyakit ini sering didefinisikan sebagai pre-leukemia. Orang dengan kelainan ini berisiko tinggi untuk berkembang menjadi leukemia.
 Merokok : ↑ risiko LLA pada usia > 60 tahun

D. Manifestasi klinis
 Anemia: mudah lelah, letargi, pusing, sesak, nyeri dada
 Anoreksia
 Nyeri tulang dan sendi (infiltrasi sumsum tulang)
 Demam, banyak berkeringat (gejala hipermetabolisme)
 Infeksi mulut, saluran napas atas dan bawah, selulitis, atau sepsis
 Perdarahan kulit (petechiae, atraumatic ecchymosis), perdarahan gusi, hematuria, perdarahan saluran cerna, perdarahan otak
 Organomegali (hepatomegali, splenomegali, limfadenopati)
 Massa di mediastinum (sering pada LLA sel T)
 Leukemia sistem saraf pusat: nyeri kepala, muntah (gejala ↑ tekanan intrakranial), perubahan status mental, kelumpuhan saraf otak terutama saraf VI dan VII, kelainan neurologik fokal
 Keterlibatan organ lain: testis, retina, kulit, pleura, perikardium, tonsil.

E. Diagnosis
 Pendekatan diagnosis:
1. Anamnesis
2. Pemeriksaan fisik
3. Pemeriksaan laboratorium:
 Hitung darah lengkap
 Apusan darah tepi
 Pemeriksaan koagulasi
 Kadar fibrinogen
 Kimia darah
 Golongan darah ABO dan Rh
 Penentuan HLA
4. Foto toraks atau CT
5. Pungsi lumbal
6. Aspisrasi dan biopsi sumsum tulang: pewarnaan sitokimia, analisis sitogenetik, analisis imunofenotip, analisis molekuler BCR-ABL
 Tahap-tahap diagnosis leukemia akut:
1. Klinis
 Adanya gejala gagal sumsum tulang: anemia, perdarahan, dan infeksi, sering disertai gejala hiperkatabolik
 Sering dijumpai organomegali: limfadenopati, hepatomegali, atau splenomegali
2. Darah tepi dan sumsum tulang
 Blast dalam darah tepi > 5%
 Blast dalam sumsum tulang > 30%
Dari kesua pemeriksaan di atas kita dapat membuat diagnosis klinis leukemia akut. Langkah berikutnya adalah menentukan jenis leukemia akut yang dihadapi
3. Tentukan jenisnya: dengan pengecatan sitokimia ditentukan klasifikasi FAB. Jika terdapat fasilitas, lakukan:
 Immunophenotyping
 Pemeriksaan sitogenetika (kromosom)
 Gambaran laboratorium
• Hitung darah lengkap:
 Leukosit n/↑/↓, hiperleukositosis (>100.000/mm3) terjadi pada kira-kira 15% kasus
 Anemia normokromik-normositer (berat dan timbul cepat) dan trombositopenia (1/3 pasien mempunyai hitung leukosit < 25.000/mm3)
 Apusan darah tepi: khas menunjukkan adanya sel muda (mieloblast, promielosit, limfoblast, monoblast, eritroblast, atau megakariosit) yang melebihi 5% dari sel berinti pada darah tepi. Sering dijumpai pseudo Pelger-Huet Anomaly, yaitu netrofil dengan lobus sedikit (dua atau satu) yang disertai dengan hipo atau agranular.
• Aspirasi dan biopsi tulang
 Hiperseluler dengan limfoblas yang sangat banyak
 Lebih dari 90% sel berinti pada LLA dewasa
 Tampak monoton oleh sel blast
• Imunofenotip (dengan sitometri arus/flow cytometry)
• Sitogenetik
• Biologi molekuler
• Pemeriksaan lain
 Klasifikasi FAB
• L1 – Small cells with homogeneous chromatin, regular nuclear shape, small or absent nucleolus, and scanty cytoplasm; subtype represents 25-30% of adult cases
• L2 – Large and heterogeneous cells, heterogeneous chromatin, irregular nuclear shape, and nucleolus often large; subtype represents 70% of cases (most common)
• L3 – Large and homogeneous cells with multiple nucleoli, moderate deep blue cytoplasm, and cytoplasmic vacuolization that often overlies the nucleus (most prominent feature); subtype represents 1-2% of adult cases

Gambaran mikroskopis

Gambaran mikroskopis

F. Penatalaksanaan
Tahapan terapi LLA:
1. Terapi induksi remisi
• Tujuan: eradikasi sel leukemia yang dapat dideteksi secara morfologi dalam darah dan sumsum tulang dan kembalinya hematopoiesis normal
• Terapi ini biasanya terdiri dari prednison, vinkristin, dan antrasiklin (pada umumnya daunorubistin) dan juga L-asparginase
2. Terapi intensifikasi atau konsolidasi
• Tujuan: eliminasi sel leukemia residual untuk mencegah relaps dan juga timbulnya sel yang resisten obat.
3. Profilaksis SSP
• Profilaksis SSP sangat penting pada pasien LLA. Sekitar 50 – 75% pasien LLA yang tidak mendapat terapi ini akan mengalami relaps pada SSP
• Terdiri dari kombinasi kemoterapi intrarektal, radiasi kranial, dan pemberian sistemik obat yang mempunyai bioavalibilitas SSP yang tinggi seperti metotreksat dosis tinggi dan sitarabin dosis tinggi.
4. Pemeliharaan jangka panjang
Terapi ini tersiri dari 6-merkaptopurin tiap hari dan metotreksat seminggu sekali selama 2 – 3 tahun

G. Prognosis
 Kebanyakan pasien LLA dewasa mencapai remisi tapi tidak sembuh dengan kemoterapi saja, dan hanya 30% yang bertahan hidup lama.
 Kebanyakan pasien yang sembuh dengan kemoterapi adalah usia 15 – 20 tahun dengan faktor prognostik baik lainnya.
 Overall disease-free survival rate untuk LLA dewasa kira-kira 30%
 faktor prognostik uantuk lamanya remisi LLA dewasa

faktor prognostik untuk lamanya remisi LLA dewasa

faktor prognostik untuk lamanya remisi LLA dewasa

I. Komplikasi
 Kematian mungkin terjadi karena infeksi (sepsis) atau perdarahan yang tidak terkontrol
 Komplikasi yang paling sering terjadi adalah kegagalan leukemia untuk berrespon terhadap kemoterapi.

H. Patogenesis
Patogenesis

TRIATHLON 2009

Apa itu Triathlon

Pertama denger kata “Triathlon” sempat bertanya-tanya juga, “apaan tuh?”
Lalu, dengan bermodalkan rasa penasaran yang tinggi, akhirnya (lagi-lagi) saya memberanikan diri untuk bertanya dengan Om Google (mudah-mudahan si Oom gak bosen ditanyaain mulu…hehehe). Setelah klik sana-sini, akhirnya dapet juga….
TERNYATA……
Triathlon adalah olah raga yang menggabungkan tiga jenis aktivitas yakni berenang, bersepeda dan lari. Olah raga ini adalah salah satu olah raga elite yang digemari di Amerika, Canada, Australia dan Eropa dan kini sedang dikembangkan di berbagai Negara Asia dan Africa. Olahraga yang membutuhkan stamina prima serta mental yang kuat ini menjadi simbol kekuatan para Treathleet (julukan untuk atlit Triathlon).

Triathlon sudah dikembangkan sejak tahun 1920-an di Perancis. Beberapa kali penyelenggaraan even ini dilakukan di beberapa negara. Dengan semakin tingginya minat para pecinta olah raga ini di dunia, akhirnya pada tahun 1989 terbentuklah organisasi Triathlon tingkat dunia yang dinamakan ITU (International Triathlon Union).

ITU pada tahun 2000 berhasil memasukkan Triathlon sebagai cabang olah raga di Olimpiade Sidney. Dalam Olimpiade Sidney ini jarak tempuh bagi para atlit adalah 1500 meter renang, 40 km bersepeda dan 10 km lari.

Mengenai jarak tempuh ada beberapa versi, mulai dari race pendek sampai jarak terjauh, yang sering juga disebut sebagai Ironman Triathlon. Perlombaan Ironman ini bisa menempuh total jarak sampai 226 km. Oleh karenanya olah raga ini memang benar-benar membutuhkan keahlian dan daya tahan yang tinggi dari para peserta.

Pemenang perlombaan Triathlon biasanya diukur berdasarkan total waktu tempuh yang dicapai. Pengukuran Triathlon dilakukan lima kali:
1) dari mulai start untuk berenang sampai ke area transisi pertama.
2) dari awal transisi pertama sampai akhir transisi
3) dari mulai start untuk bersepeda sampai ke area transisi kedua
4) dari awal transisi kedua sampai akhir transisi kedua
5) dari mulai start untuk lari sampai ke garis finish.

Menariknya Triathlon, olah raga ini bisa memiliki variasi yang non standard seperti Duathlon, Aquathlon, Aquabike,ironman, dan lain-lain. Bahkan Triathlon bisa dijadikan pertandingan olah raga yang bersifat fun. Di luar negeri, Triathlon diminati mulai dari anak-anak sampai kalangan militer.

Triathlon 2009

Nah, untuk tahun ini, ternyata kota kelahiran saya, Palembang, mendapatkan kesempatan buat jadi tuan rumah perhalatan akbar itu…Wah, senangnya…..
Berdasarkan informasi-informasi yang berhasil saya kumpulkan, kejuaraan itu dilaksanakan pada tanggal 10-11 Oktober 2009 dengan mengambil tempat di Danau Opi dan stadion Jakabaring, Palembang. Pada pertandingan tersebut akan diperebutkan juara lomba Triathlon tingkat Asia dan juga juara lomba untuk Aquathlon tingkat Asia. Selain itu dalam pertandingan itu juga akan diadakan open tournament yang terbuka bagi atlit-atlit triathlon non profesional.

Triathlon diharapkan bukan hanya sekadar pertandingan olah raga namun juga sebuah tontonan menarik yang akan menyedot wisatawan dari dalam dan luar negeri. Kesuksesan penyelenggaraan kegiatan ini akan menjadi sorotan dunia, mengharumkan nama Indonesia dan tentunya bisa menarik devisa ke dalam negeri. Pihak Palembang tentunya berharap kegiatan ini dapat dilangsungkan setiap tahun di Palembang. Kegiatan ini diharapkan juga bisa menjadi pemanasan dan persiapan menuju SEA Games di Palembang.

Pemilihan Indonesia sebagai tempat berlangsungnya kegiatan Triathlon memang sudah direncanakan sejak tahun lalu melalui kongres Triathlon di Madrid. Indonesia sudah menjadi incaran karena lokasi dan kontur alamnya yang menarik bagipara atlit yang memang menyukai tantangan dan berwisata.

Sayangnya, walau acara ini diadakan di kota kelahiran saya, namun saya tak mendapatkan kesempatan untuk menyaksikannya secara langsung. Namun, sebagai warga Palembang, saya juga turut merasakan betapa bangganya dapat menyelenggarakan acara yang bertaraf internasional ini. Semoga kedepannya Indonesia, khususnya kota Palembang, masih diberi kesempatan-kesempatan lagi untuk mengadakan acara-acara bertaraf internasional seperti ini sehingga dapat memperbaiki citra Indonesia yang sempat tercemar oleh terorisme di mata dunia.
^^

MENIKAH, Apa ya Hukumnya???

Wah…wah…wah….
Ada apa nih, koq udah ngomongin tentang nikah???? Apa jangan-jangan udah pengen nikah???
Huehehehe…. Tenang, aq belom mo nikah koq, setidaknya belom dalam waktu dekat ini, insya4w1. Kayaknya untuk saat ini aq belom memenuhi syarat hukum wajib ataupun sunnah menikah, hehehe….
Terinspirasi dari komentar seorang teman Facebook di notes-nya. Ketika itu seorang temannya bertanya padanya “……kenapa gak nikah aja? kan jadi lebih bisa menjaga hati”** terus dia jawab “insya4w1 bila hukumnya sudah WAJIB” (**dengan perubahan seperlunya). Ketika membaca jawabannya itu, lalu aq pun penasaran untuk lebih tau apa aja sih hukum nikah itu? Dulu emang aq pernah denger bahwa ada beberapa hukum pernikahan, ada yang wajib, sunnah, bahkan haram. Tapi sayangnya aq ga begitu tau batasan-batasannya, kapan sih nikah itu hukumnya wajib, sunnah, sampai haram? Lalu, dengan modal keyword “hukum pernikahan” aq pun mulai tanya-tanya sama om google. Wuihhh….. seperti biasa buanyaak banget hasil pencariannya, namun akhirnya aq bisa juga dapet halaman yang mendukung. Berikut mari kita simak penjelasan-penjelasan singkat mengenai hukum menikah.

Pertama : Hukum Menikah menjadi wajib
Menikah bagi sebagian besar ulama menjadi wajib hukumnya, ketika seorang itu :
• Telah mempunyai kemampuan untuk memberikan nafkah finansial pada keluarganya
• Berada dalam lingkungan yang memungkinkan terjerumus dalam kezinaan
• Latar belakang keimanan dan keshalihannya belum memadai
• Puasa sudah tidak mampu lagi menahan gejolak dan kegelisahannya
Hal ini bersandarkan bahwa : menahan dan menjauhi dari kekejian adalah suatu hal yang wajib, dan jika yang wajib itu tidak terpenuhi selain dengan menikah, maka dengan sendirinya menikah itu menjadi ikut wajib hakimnya. Kaidah ini dikenal dengan nama : “ maa lam yatimmu al-wajib illa bihi fahuwa wajib “.

Kedua : Hukum Menikah menjadi Haram
Seseorang diharamkan baginya menikah, ketika bisa dipastikan (berdasarkan pengalaman dan dhahirnya) bahwa dalam pernikahan itu ia akan menzalimi istrinya.
Salah satu contohnya yaitu :
Jelas-jelas tidak mampu memberikan nafkah finansial pada istrinya.
Atau dalam kondisi tidak bisa menjalankan kewajibannya kepada suami/istrinya nanti, semisal : tidak punya kemampuan dalam hubungan suami istri.
Hukum haram ini bisa menjadi berubah saat dipastikan ternyata kondisi-kondisi tersebut telah diperbaiki. Lalu pertanyaan yang menarik selanjutnya adalah : Bagaimana jika seseorang berada pada kondisi yang berbahaya mengarah pada zina, dan pada saat yang sama dia belum mempunyai kemampuan finansial yang cukup ? . Maka solusi ‘sementara’ untuk hal ini adalah menjaga diri dengan berpuasa. Karena jika bertemunya wajib dengan haram, maka yang haramlah yang harus dijauhi terlebih dahulu.
Allah SWT berfirman “ Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya. “ (QS An- Nuur ayat 33)
Dari Ibnu Mas’ud, Rasulullah SAW bersabda : Wahai segenap pemuda, barang siapa diantara kamu telah mempunyai kemampuan (jimak) maka hendaklah segera menikah, karena itu lebih menundukkan pandangan, dan menjaga kemaluan. Barang siapa yang belum mampu (memberi nafkah) maka hendaklah ia berpuasa, karena itu menjadi perisai baginya “ (HR Jamaah)

Ketiga : Hukum Menikah menjadi Makruh
Yaitu ketika seseorang berada dalam kondisi yang dikhawatirkan (bukan dipastikan) akan menimbulkan bahaya dan kerugian jika menikah nantinya, misalnya karena beberapa faktor sebagai berikut :
• Karena ketidakmampuannya dalam mencukupi kebutuhan rumah tangganya, atau mempunyai penghasilan tetapi sangat belum layak.
• Atau bisa juga karena track record kejiwaannya yang belum stabil, seperti emosional dan ringan tangan.
• Atau ada kecenderungan tidak mempunyai keinginan terhadap istrinya, sehingga dikhawatirkan nanti akan menyia-nyiakan istrinya.

Keempat : Hukum Pernikahan menjadi Sunnah
Terakhir, jika seseorang berada dalam kondisi ‘pertengahan’ maka hukum menikah kembali kepada asalnya yaitu sunnah mustahabbah atau dianjurkan. Yaitu jika seseorang dalam kondisi :
• Mempunyai daya dukung finansial yang mencukupi secara standar
• Tidak dikhawatirkan terjerumus dalam perzinaan karena lingkungan yang baik serta kualitas keshalihan yang terjaga.
Dalil yang menunjukkan hukum asal sunnah sebuah pernikahan, diantaranya adalah yang diriwayakan anas bin malik ra. Yaitu ketika datang tiga sahabat menanyakan pada istri-istri nabi tentang ibadah beliau SAW, kemudian mereka bersemangat ingin menirunya hingga masing-masing mendeklarasikan program ibadah andalannya :
Ada yang mengatakan akan shalat malam terus menerus
Ada yang mengatakan akan puasa terus menerus
Ada yang mengatakan tidak akan menikah selamanya
Dan puncaknya, ketika Rasulullah SAW mendengar hal ini, beliau segera bereaksi keras dan memberikan statemen yang cukup jelas tentang hal tersebut. Beliau bersabda: Demi Allah .. sungguh aku ini yang paling takut kepada Allah di antara kamu sekalian, aku juga yang paling bertakwa pada-Nya, tetapi aku shalat malam dan juga tidur, aku berpuasa dan juga berbuka, dan aku juga menikahi wahita. Maka barang siapa yang tidak suka dengan sunnahku maka bukanlah bagian dariku “ (HR Bukhori)

Nah, bila hukumnya telah menjadi sunnah, maka ada baiknya untuk disegerakan. Bukankah menikah adalah cara untuk menyempurnakan agama kita? Jadi mengapa harus ditunda?
Namun sebelum memutuskan untuk menikah marilah kita kembali telaah bersama, apakah kita termasuk orang-orang yang wajib, sunnah, haram, atau makruh untuk melangsungkan pernikahan?
^.^

Acuan:
Kajian pra nikah

Binguuunggg….

Hoaaaaaa……
Asli, gw bingung banget mo buat tulisan yang gimana ya?
Setelah nie Blog gw anggurin selama berbulan-bulan lamanya, akhirnya gw dapet panggilan nurani juga buat nge-post something ke Blog nie….
Gw bingung, mo nge-post apaan?
Ditengah kebingungan gw itu, gw teringat akan tulisan2 gw jaman dulu (hahaha….gak dulu2 banget sih). yah, tulisan2 yang gw buat atas nama TUGAS….
Maksud TUGAS di sini: tulisan2 tu adalah Job gw yang diamanahin oleh temen2 di kelompok belajar gw untuk gw bahas lebih mendetil sebagai bahan persiapan ujian SOCA kami….
Daripada gw gak punya bahan buat di-post, akhirnya gw putusin buat copas tuh TUGAS….
Yah, bagi temen2 atau adek2, atau siapa ajalah yang emang lagi butuh info tentang penyakit2 yang gw tulis dan kebetulan mampir di blog gw ini, dengan senang hati gw bolehin deh buat copas tulisan2 gw itu. Gw harap tulisan2 gw bisa bermanfaat dan bisa jadi bahan pembelajaran.
Next time gw usahain buat nge-post tulisan2 yang gak cuma related to medical problem tapi juga related to other problem….
just wait the article…..
^^

CHRONIC MYELOID LEUKEMIA (CML)

Hmm….
Kali ini saya akan mencoba membahas sedikit mengenai salah satu jenis kanker darah putih atau yang juga dikenal dengan leukemia, yaitu leukemia mielositik kronik.
Sedikit cerita, tulisan ini adalah salah satu tulisan yang saya buat ketika saya masih belajar Blok 14 (Hematologi) di Fakultas Kedokteran.
Saya berharap tulisan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Leukemia mielositik (mieloid, mielogenous, granulositik, LMK) adalah suatu penyakit dimana sebuah sel di dalam sumsum tulang berubah menjadi ganas dan menghasilkan sejumlah besar granulosit (salah satu jenis sel darah putih)yang abnormal.

A. Etiologi
1. Radiasi ion dosis tinggi
2. Agen kimia

B. Jenis
1. CML, Ph + (chronic granulocytic leukemia, CGL)
2. CML, Ph –
3. Juvenile chronic myeloid leukemia
4. Chronic neutrophilic leukemia
5. Eosinophilic leukemia
6. Chronic myelomonocytic leukemia (CMML)

C. Epidemiologi
1. CML merupakan 15-20% dari leukemia dan merupakan leukemia kronik yang paling sering dijumpai di Indonesia.
2. Insiden CML di negara Barat: 1-1,4/100.000/tahun.
3. Umumnya CML mengenai usia pertengahan dengan puncak pada umur 40-50 tahun. Pada anak-anak dapat dijumpai bentuk juvenile CML.

D. Manifestasi klinis
Fase kronik:
1. Gejala hiperkatabolik: ↓ BB, lemah, anoreksia, keringat malam
2. Splenomegali hampir selalu ada, sering masif
3. Hepatomegali lebih jarang dan lebih ringan
4. Gejala gout, gangguan penglihatan, dan priapismus (ereksi penis yang persisten dan abnormal, biasanya tanpa gairah seksual, dan disertai dengan rasa nyeri dan nyeri tekan)
5. Anemia pada fase awal sering hanya ringan
6. Kadang-kadang asimptomatik (30%)
Fase transformasi akut:
1. Perubahan terjadi pelan-pelan dengan prodromal (onset) selama 6 bulan, disebut fase akselerasi. Timbul keluhan baru: demam, lelah, nyeri tulang (sternum) yang makin progresif. Respon kemoterapi menurun, ↑ leukositosis, dan akhirnya menjadi gambaran leukemia akut
2. 1/3 penderita, perubahan terjadi secara mendadak, tanpa didahului masa prodromal keadaan ini disebut krisis blastik (blasr crisis). Tanpa pengobatan adekuat pasien sering meninggal dalam 1-2 bulan.

E. Diagnosis
 Pemeriksaan yang perlu dilakukan untuk kofirmasi suspect CML:
Rutin:
1. Hitung darah lengkap termasuk apusan darah tepi
2. Neutrophil alkaline posphatase
3. Urea, elektrolit
4. Serum lactate dehydrogenase
5. Bone marrow aspirate (derajat selularitas, analisis kromosom)
Optional
1. Bone marrow trephine biopsy
2. BCR-ABL chimeric gene dengan fluorescent in situ atau PCR
3. Vitamin B12 dan B12 binding capacity.
4. HLA typing untuk pasin atau anggota keluarga pasien

 Kelainan laboratorium
1. Darah tepi
- Leukositosis berat: > 25.000/mm3 (sering di atas 100.000/mm3)
- Apusan darah tepi: spektrum lengkap seri granulosit mulai dari mieloblast sampai netrofil, komponen paling menonjol adalah segmen netrofil (hipersegmen) dan mielosit. Metamielosit, promielosit, dan mieloblast juga dijumpai. Sel blast < 5%. Sel darah merah bernukleus.
- Anemia (normokromik normositer) mula-mula ringan menjadi progresif pada fase lanjut
- Basofil ↑
- Trombosit bisa ↑, n, atau ↓
- Fosfatase alkali netrofil (Neutrophil alkaline posphatase [NAP]) selalu rendah (90%)
2. Sumsum tulang
- Hiperseluler (granulocytic hyperplasia)
- Reticulin fibrosis
- Sitogenetik: dijumpai kromosom Philadelphia (Ph1)
- Vitamin B12 serum dan B12 binding capacity meningkat
- PCR dapat mendeteksi adanya chimeric protein bcr-abl pada 99% kasus
- Hiperuricemia dan hiperuricosuria
- Pseudohiperkalemia dan hipoksemia dan hipoglikemia palsu
- Tes molekuler: adanya fusi gen BCR-ABL

 Diagnosis CML dalam fase akselerasi menurut WHO:
1. Blast 10-19% dari WBC pada darah tepi dan/atau dari sel sumsum tulang berinti
2. Basofil darah tepi ≥ 20%
3. Trombositopenia persisten (1.000×109/L)
4. Splenomegali atau leukositosis yang tidak responsif terhadap terapi
5. Bukti sitogenetik adanya evolusi klonal

 Diagnosis CML pada fase krisis blastik menurut WHO:
1. Blast ≥ 20% dari darah putih pada darah perifer atau sel sumsum tulang berinti
2. Proliferasi blast ekstrameduler
3. Fokus besar atau cluster sel blast dalam biopsi sumsum tulang

F. Differential diagnosis
1. Polycytemia vera
2. Myelofibrosis
3. Essential thrombocytemia
4. Extreme reactive leukocytosis

G. Penatalaksanaan
1. Agen kemoterapi oral (hydroxyurea, busulfan)
• Digunakan pada permulaan untuk menurunkan white cell
• Dosis 1-6 g/hr per oral
• Dosis diturunkan hingga 1-2 g/hr saat hitung leukosit mencapai 20.000/mm3
• ESO: supresi hematopoiesis
2. Interferon α
• Dosis: 3 juta unit/m2 subkutan 3 hari per minggu, dan setelah 1 minggu 5 juta u/m2 per hari. Setelah respon maksimal (6-8 bulan) 3-5 juta u/m2 satu atau dua kali per minggu.
• Dosis dikurangi atau dihentikan secara temporer bila leukosit kurang dari 5.000/mm3 atau trombosit kurang dari 50.000/mm3
• Jika setelah 6 bulan tidak ada respon atau respon sedikit, maka gunakan Imanitib atau alloSCT
3. Imanitib mesylate (Glivec, Gleevec)
• Menghambat aktivitas tirosin kinase mutan dengan mem-block¬ pengikatan ATP
• Sangat berguna bagi orang tua atau bagi pasien yang intoleran atau resisten IFN α
• Dosis 400 mg/hr per oral (dosis max 600-800 mg/hr dalam 2 resep terbagi)
• Imanitib memiliki toksisitas yang lebih rendah, lebih mudah diberikan, dan dapat menginduksi hematologi, sitogenetik, dan molekuler lebih tinggi
4. Allo-SCT

H. Prognosis
 Dahulu median kelangsungan hidup pasien berkisar antara 3-5 tahun setelah diagnosis ditegakkan
 Faktor yang memperburuk prognosis:
• Pasien: usia lanjut, keadaan umum memburuk, disertai gejala sistemik seperti penurunan berat badan, demam, keringat malam
• Laboratorium: anemia berat, trombositopenia, trombositosis, basofilia, eosinofilia, kromosom Ph negatif, BCR-ABL negatif
• Terapi: memerlukan waktu lama (> 3 bulan) untuk mencapai remisi, memerlukan terapi dengan dosis tinggi, waktu remisi yang singkat.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.