CHRONIC MYELOID LEUKEMIA (CML)

Hmm….
Kali ini saya akan mencoba membahas sedikit mengenai salah satu jenis kanker darah putih atau yang juga dikenal dengan leukemia, yaitu leukemia mielositik kronik.
Sedikit cerita, tulisan ini adalah salah satu tulisan yang saya buat ketika saya masih belajar Blok 14 (Hematologi) di Fakultas Kedokteran.
Saya berharap tulisan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Leukemia mielositik (mieloid, mielogenous, granulositik, LMK) adalah suatu penyakit dimana sebuah sel di dalam sumsum tulang berubah menjadi ganas dan menghasilkan sejumlah besar granulosit (salah satu jenis sel darah putih)yang abnormal.

A. Etiologi
1. Radiasi ion dosis tinggi
2. Agen kimia

B. Jenis
1. CML, Ph + (chronic granulocytic leukemia, CGL)
2. CML, Ph –
3. Juvenile chronic myeloid leukemia
4. Chronic neutrophilic leukemia
5. Eosinophilic leukemia
6. Chronic myelomonocytic leukemia (CMML)

C. Epidemiologi
1. CML merupakan 15-20% dari leukemia dan merupakan leukemia kronik yang paling sering dijumpai di Indonesia.
2. Insiden CML di negara Barat: 1-1,4/100.000/tahun.
3. Umumnya CML mengenai usia pertengahan dengan puncak pada umur 40-50 tahun. Pada anak-anak dapat dijumpai bentuk juvenile CML.

D. Manifestasi klinis
Fase kronik:
1. Gejala hiperkatabolik: ↓ BB, lemah, anoreksia, keringat malam
2. Splenomegali hampir selalu ada, sering masif
3. Hepatomegali lebih jarang dan lebih ringan
4. Gejala gout, gangguan penglihatan, dan priapismus (ereksi penis yang persisten dan abnormal, biasanya tanpa gairah seksual, dan disertai dengan rasa nyeri dan nyeri tekan)
5. Anemia pada fase awal sering hanya ringan
6. Kadang-kadang asimptomatik (30%)
Fase transformasi akut:
1. Perubahan terjadi pelan-pelan dengan prodromal (onset) selama 6 bulan, disebut fase akselerasi. Timbul keluhan baru: demam, lelah, nyeri tulang (sternum) yang makin progresif. Respon kemoterapi menurun, ↑ leukositosis, dan akhirnya menjadi gambaran leukemia akut
2. 1/3 penderita, perubahan terjadi secara mendadak, tanpa didahului masa prodromal keadaan ini disebut krisis blastik (blasr crisis). Tanpa pengobatan adekuat pasien sering meninggal dalam 1-2 bulan.

E. Diagnosis
 Pemeriksaan yang perlu dilakukan untuk kofirmasi suspect CML:
Rutin:
1. Hitung darah lengkap termasuk apusan darah tepi
2. Neutrophil alkaline posphatase
3. Urea, elektrolit
4. Serum lactate dehydrogenase
5. Bone marrow aspirate (derajat selularitas, analisis kromosom)
Optional
1. Bone marrow trephine biopsy
2. BCR-ABL chimeric gene dengan fluorescent in situ atau PCR
3. Vitamin B12 dan B12 binding capacity.
4. HLA typing untuk pasin atau anggota keluarga pasien

 Kelainan laboratorium
1. Darah tepi
- Leukositosis berat: > 25.000/mm3 (sering di atas 100.000/mm3)
- Apusan darah tepi: spektrum lengkap seri granulosit mulai dari mieloblast sampai netrofil, komponen paling menonjol adalah segmen netrofil (hipersegmen) dan mielosit. Metamielosit, promielosit, dan mieloblast juga dijumpai. Sel blast < 5%. Sel darah merah bernukleus.
- Anemia (normokromik normositer) mula-mula ringan menjadi progresif pada fase lanjut
- Basofil ↑
- Trombosit bisa ↑, n, atau ↓
- Fosfatase alkali netrofil (Neutrophil alkaline posphatase [NAP]) selalu rendah (90%)
2. Sumsum tulang
- Hiperseluler (granulocytic hyperplasia)
- Reticulin fibrosis
- Sitogenetik: dijumpai kromosom Philadelphia (Ph1)
- Vitamin B12 serum dan B12 binding capacity meningkat
- PCR dapat mendeteksi adanya chimeric protein bcr-abl pada 99% kasus
- Hiperuricemia dan hiperuricosuria
- Pseudohiperkalemia dan hipoksemia dan hipoglikemia palsu
- Tes molekuler: adanya fusi gen BCR-ABL

 Diagnosis CML dalam fase akselerasi menurut WHO:
1. Blast 10-19% dari WBC pada darah tepi dan/atau dari sel sumsum tulang berinti
2. Basofil darah tepi ≥ 20%
3. Trombositopenia persisten (1.000×109/L)
4. Splenomegali atau leukositosis yang tidak responsif terhadap terapi
5. Bukti sitogenetik adanya evolusi klonal

 Diagnosis CML pada fase krisis blastik menurut WHO:
1. Blast ≥ 20% dari darah putih pada darah perifer atau sel sumsum tulang berinti
2. Proliferasi blast ekstrameduler
3. Fokus besar atau cluster sel blast dalam biopsi sumsum tulang

F. Differential diagnosis
1. Polycytemia vera
2. Myelofibrosis
3. Essential thrombocytemia
4. Extreme reactive leukocytosis

G. Penatalaksanaan
1. Agen kemoterapi oral (hydroxyurea, busulfan)
• Digunakan pada permulaan untuk menurunkan white cell
• Dosis 1-6 g/hr per oral
• Dosis diturunkan hingga 1-2 g/hr saat hitung leukosit mencapai 20.000/mm3
• ESO: supresi hematopoiesis
2. Interferon α
• Dosis: 3 juta unit/m2 subkutan 3 hari per minggu, dan setelah 1 minggu 5 juta u/m2 per hari. Setelah respon maksimal (6-8 bulan) 3-5 juta u/m2 satu atau dua kali per minggu.
• Dosis dikurangi atau dihentikan secara temporer bila leukosit kurang dari 5.000/mm3 atau trombosit kurang dari 50.000/mm3
• Jika setelah 6 bulan tidak ada respon atau respon sedikit, maka gunakan Imanitib atau alloSCT
3. Imanitib mesylate (Glivec, Gleevec)
• Menghambat aktivitas tirosin kinase mutan dengan mem-block¬ pengikatan ATP
• Sangat berguna bagi orang tua atau bagi pasien yang intoleran atau resisten IFN α
• Dosis 400 mg/hr per oral (dosis max 600-800 mg/hr dalam 2 resep terbagi)
• Imanitib memiliki toksisitas yang lebih rendah, lebih mudah diberikan, dan dapat menginduksi hematologi, sitogenetik, dan molekuler lebih tinggi
4. Allo-SCT

H. Prognosis
 Dahulu median kelangsungan hidup pasien berkisar antara 3-5 tahun setelah diagnosis ditegakkan
 Faktor yang memperburuk prognosis:
• Pasien: usia lanjut, keadaan umum memburuk, disertai gejala sistemik seperti penurunan berat badan, demam, keringat malam
• Laboratorium: anemia berat, trombositopenia, trombositosis, basofilia, eosinofilia, kromosom Ph negatif, BCR-ABL negatif
• Terapi: memerlukan waktu lama (> 3 bulan) untuk mencapai remisi, memerlukan terapi dengan dosis tinggi, waktu remisi yang singkat.

6 responses to this post.

  1. Posted by ocekojiro on Oktober 23, 2009 at 5:36 am

    Hai dok…
    Sy pasien CML usia 43thn, dah lima th hidup dg leukemia, kondisi sy sekarang sangat lemah, kurus dan hepatospleno megali, oya selama ini sy mengkonsumsi hydrea terkadang kombinasi dg purinetol.
    kira2, berapa lama lg sy bisa bertahan ?
    trims

    An_tyass says:

    Mengenai lama waktu yang masih dimiliki, saya sendiri tidak dapat meramalkan dengan pasti karena seperti yang kita ketahui bersama bahwa hidup dan mati seseorang adalah kuasa Sang Pencipta.
    Dapat bertahan selama 5 tahun dengan CML merupakan sebuah hal yang luar biasa dan patut disyukuri, karena berdasarkan data yang saya dapatkan kebanyakan pasien CML hanya mampu bertahan selama kurang dari 5 tahun setelah terdiagnosis CML.
    Karenanya saya sarankan untuk terus melakukan pemeriksaan atau kontrol rutin ke dokter, agar dapat memantau dan memperlambat perkembangan penyakit ini.

    Mengenai hydrea atau hidroksiurea (Hydroxyurea), obat ini merupakan obat yang digunakan (diindikasikan) untuk Melanoma, leukemia mielositik kronis resisten/kebal, karsinoma ovarium berulang/kambuhan, metastasis, atau tidak dapat dioperasi. Obat ini memiliki bebrapa efek samping seperti Penekanan sumsum tulang, efek yang jarang: gangguan lambung-usus, ruam kulit, sakit kepala, disorientasi, edema paru, disuria (kesulitan berkemih atau sakit sewaktu buang air kecil), kerusakan fungsi tubular ginjal. Obat ini merupakan kemoterapi yang paling banyak digunakan untuk penyakit ini. Untuk informasi pengobatan yang lebih tepat ada baiknya untuk dikonsultasikan pada dokter lebih berkompeten (lebih menguasai) dibidang ini.

    Selama masih ada semangat untuk hidup, selama itulah seseorang akan bertahan untuk hidup. Karenanya teruslah berusaha untuk memberikan segala hal terbaik, baik untuk diri sendiri maupun orang-orang disekitar agar semangat untuk hidup itu terus berkobar.

    Balas

  2. Trims atas jawabannya.
    Kl ada waktu silahkan berkunjung ke http://ocekojiro.wordpress.com/
    Perkembangan pengobatan penyakit sy selalu sy tulis di sini.
    Wass

    Balas

  3. Posted by nelsan on April 17, 2010 at 7:52 am

    dok..antyasss
    makasih atas tulisannya, temen saya (tepatnya mantan saya) terkena CML….saya berusaha untuk memberi supot pada dia….walo kami sudah berumur dan hanya sebatas temen, tapi keinginan untk sembuhkan dia kuat sekali!!!sekali lagi terimakasih ulasannya!!!!

    terimakasih kembali, nelsan… tetap beri temanmu support, karena pada umumnya pasien-pasien penyakit keganasan memang sangat membutuhkan support dari lingkungannya, baik keluarga maupun teman2 dekatnya untuk kembali membangun kepercayaan diri dan semangat hidup yang mungkin anjlok ketika divonis menderita kanker….

    Balas

  4. Posted by Viki on Mei 26, 2010 at 1:53 pm

    terima kasih karena telah memberi informasi tugas saya. khususnya ttg epidemiologi di Inodesia

    Balas

  5. Posted by Tri Nurhidaya on Desember 29, 2010 at 7:41 am

    hai…. dok…
    ibu saya diprediksi oleh dokter terkena leukimia Cml mendekati akut, dok apakah Ibu saya dapat bertahan…? apakah dengan obat herbal itu dapat membantu untuk mengurangi sel darah putih,.. sebelumnya terimakasih yah dok

    Balas

  6. Posted by omat rohmat on Mei 11, 2011 at 7:08 am

    siang dok,,
    suami saya menderita lekemia antara ALL dan AML, doter jg blm bsa memastikan itu jenis apa,,, kira2 klo yg 2 itu msh ada obaty g dok? trus umur si pasien sendiri bsa bertahan brp lama??trima kasih dok,,,,

    Selamat siang juga Bu,
    tentunya obat untuk kedua penyakit itu masih ada, untuk pilihan obat yang tepat dapat Ibu konsultasikan langsung pada dokter yang merawat suami Ibu. Sementara itu mengenai umur harapan hidup pasien ALL maupun AML sangat tergantung pada tingkat keparahan penyakit ini, semakin parah penyakitnya maka menurut penelitian umur harapan hidup pun menjadi semakin pendek. namun, seperti yang telah kita ketahui, manusia hanya bisa meramalkan, memperkirakan , tetapi Tuhanlah yang berkehendak, yang memutuskan. Tetap berusaha untuk mengobati penyakit yang dialami sembari berdoa agar diberi kesembuhan.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: